Jumat, 11 Juli 2014

Kata Kata Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Kata Kata Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Kata Kata Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Kumpulan kata kata puisi jatuh cinta pada pandangan pertama ini sangat menarik sekali, dimana sebuah rahasia cinta pada pandangan pertama belum belum bisa di pastikan akan indah pada waktunya. Kata-kata orang lagi jatuh cinta berikut ini merupakan puisi singkat jatuh cinta yang saya rangkai dari, kumpulan kata kata putus cinta, kumpulan kata kata jatuh hati, kumpulan kata kata patah hati dan kata kata jatuh cinta lucu. Nah, silahkan kamu pilih sendiri kata2 yang mana cocok atau sesuai untuk digunakan buat merayu dan ngegombalin cewek pada pandangan pertama.
AKu tidak tahu apa yang kini kurasakan. Yang aku tahu, hidupku terasa lebih indah dan bersemangat saat melihatmu pertama kali…
Dulu, aku memang bermimpi sekali untuk menjadi astronot dan kini menjadi kenyataan, karena sekarang aku dekat dengan bintang hatiku, yaitu kamu…
Kalo itu keharusan buat ku, aku akan menjadi seorang petani, agar aku bisa menanam benih-benih cinta dan memupuknya di dalam hatimu…
Tim pemadam kebakaran pantang pulang kalo api belum padam, tapi aku takkan pulang bila api rindu ini belum dihapus olehmu…
Cinta ibarat tabungan, yang satu menunggu bunganya, tapi cintaku akan selalu menunggu hatimu bersemi hanya untukku…
Kalau untuk menjaga ragamu, kamu boleh menyewa bodyguard, tapi kalau untuk menjaga cintamu, aku siap kapan saja…
Cintaku padamu akan utuh sampai kapanpun, karena aku bukan seperti sebuah bangunan yang akan habis termakan oleh ribuan rayap…
Aku sangat pecaya, kalo jodoh itu ada di tangan Tuhan, makanya aku sudah yakin banget yang Tuhan berikan buat aku itu adalah kamu…
Alasan mengapa aku mencintaimu, karena aku suka senyumanmu, hatimu dan perkataanmu…
Kalau ikan butuh air untuk bertahan hidup, tapi kalau aku butuh cintamu untuk aku bertahan hidup…
Sekian dulu Kata Kata Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama, semoga bermanfaat.

Kisah Seorang Ibu Dan Anak


Kisah Seorang Ibu Dan Anak

Pada masa lampau, tinggallah seorang janda yang mempunyai seorang anak laki-laki. Si ibu amat sangat menyayangi anak satu-satunya itu. Anak itu bebas pergi ke mana saja dan bebas melakukan apa saja yang diinginkannya. Ibunya tidak pernah melarangnya, malah memuji semua perbuatannya, baik ataupun buruk. Anak itu mempunyai kebiasaan yang buruk, ia selalu keluar rumah setiap malam.
Beberapa tahun kemudian, anak itu tumbuh menjadi seorang pemuda, ia tidak mempunyai keahlian apapun untuk mencari pekerjaan, sehingga ia tidak mempunyai penghasilan untuk membiayai kehidupannya. Karena itulah ia mulai melakukan pencurian kecil-kecilan. Pada mulanya ia amat senang memperoleh hasil curian itu. Dan ketika ia pulang membawa hasil curiannya, ibunya amat senang, memuji-muji perbuatannya itu. Ia malah bangga terhadap anaknya dan mendorongnya untuk terus melakukan pekerjaannya sebagai pencuri.
Akhirnya ia menjadi pencuri ulung yang amat ditakuti oleh penduduk di sekitar tempat tinggalnya. Polisi segera dikerahkan untuk menangkapnya. Tetapi ia tidak takut, ia tetap saja melakukan pencurian. Tidak berapa lama kemudian ia tertangkap dan dibawa ke hadapan raja. Sesudah diperiksa dan diadili, raja manyatakan ia bersalah karena telah merugikan banyak orang dan ia dihukum mati.
Sebelum hukuman mati itu dilaksanakan, ia memohon kepada pengawal raja bahwa ia ingin bertemu dengan ibunya untuk yang terakhir kalinya. Karena ini permintaan yang terakhir, permohonan itu dikabulkan. Ibunya segera dibawa untuk menemuinya, si pencuri itu lalu memeluk ibunya, dan dengan segera ia menggigit telinga ibunya. Pengawal melaporkan kejadian itu kepada raja, dan si pencuri lalu dibawa menghadap raja. Raja bertanya mengapa ia menggigit telinga ibunya. Si pencuri menjelaskan : “Yang Mulia Raja, saya adalah anak satu-satunya. Ibu saya seharusnya mengajarkan kepada saya untuk menjadi orang yang baik dan bersih. Tetapi sebaliknya ia malah mendorong saya untuk menjalani kehidupan yang tidak bersih. Ia tidak pernah melarang saya berbuat buruk. Apabila ia mengingatkan saya akibat dari perbuatan buruk yang saya lakukan, saya akan menjadi rakyat yang baik, mengerti dan patuh terhadap hukum negara. Tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu. Karena itulah saya akan mati dengan cara seperti ini. Saya pikir inilah saat yang terakhir kalinya, saya harus mengajarkan kepadanya sebuah pelajaran, supaya ibu-ibu yang lain akan belajar dari kejadian ini, bahwa mereka harus membimbing anak-anaknya menuju jalan yang bersih. Inilah penjelasan saya Yang Mulia, mengapa saya menggigit telinga ibu saya.”
Tidak diceritakan apa yang dikatakan oleh raja atas penjelasan pencuri itu, tetapi pesan yang terkandung dari cerita ini adalah peringatan yang amat jelas bagi para orangtua untuk mendidik anak-anaknya dengan baik.
Para orangtua harus menjaga tingkah laku anaknya, apalagi ketika mereka masih kecil, bila mereka melakukan perbuatan yang kurang baik, orangtuanya harus segera mengingatkan akibat perbuatan yang kurang baik itu, dan harus memperbaikinya.
Para orangtua juga harus memperingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan buruk yang dilakukan anak-anaknya, karena kalau perbuatan buruk yang dilakukan semasa kanak-kanak tidak diperingatkan, maka perbuatan buruk itu akan berkembang menjadi perbuatan yang jahat apabila mereka telah menjadi dewasa. Semua perbuatan jahat itu akan membawa kejatuhan bagi orang itu dan juga akan menjatuhkan martabat orangtuanya. Di dunia yang modern ini, dengan komunikasi yang begitu baik dan canggih, justru hubungan orangtua dan anak menjadi renggang, tidak terjalin dengan baik, di kebanyakan keluarga pada saat sekarang ini. Sebagai akibatnya orangtua tidak mengetahui kalau anak-anaknya menjadi tersesat.
Karena itu sangatlah penting bagi orangtua untuk menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan baik dengan anak-anaknya. Dengan komunikasi yang baik akan ditemukan suatu cara terbaik untuk memecahkan berbagai masalah yang timbul, sehingga tidak berkembang menjadi suatu krisis yang serius.
Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih

Ramadhan Bulan Penuh Berkah, Rahmat dan Ampunan


  Friday, 11 July 2014
Edition 115/XI/2010
 Search    Edition
Aneka Peristiwa | Cerita sampul | DNIKS | Dokter Anda | Forum Kita | Gema Redaksi | Kesejahteraan Kel | Kolom Khusus | Laporan Daerah | Laporan Utama | Liputan Khusus | Opini | Posdaya | Remaja & Pembangunan | Seputar Raker | Tokoh Teladan | Wawancara
 
Select Edition     
Ramadhan Bulan Penuh Berkah, Rahmat dan Ampunan
 
Minggu kedua bulan Agustus ini umat Islam di seluruh dunia melaksanakan puasa sebulan penuh, tepatnya pada bulan suci Ramadhan 1431 H. Mengapa bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia? Dan ada apa dengan malam Lailatulkadar? Yang pasti, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan maghfiroh (ampunan), seperti disebutkan pada firman Allah SWT di dalam kitab suci Al-Quran.
Sesuai firman Allah SWT di dalam Al-Quran yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang bertaqwa." (Surat Al-Baqarah: 183). Menyitir dari ayat tersebut maka jelaslah Allah SWT menegaskan bahwa puasa merupakan wajib hukumnya, seperti tertuang dalam Rukun Islam. Dan dalam ayat ini Allah SWT hanya menyeru kepada orang-orang yang beriman, dalam artian bagi mereka yang mengerti akan makna puasa Ramadhan dan hikmah di baliknya.
Namun demikian, wajar bila ibadah puasa dikatakan bukanlah ibadah yang ringan. Pasalnya, dalam puasa kita dituntut dua aspek, yakni aspek fisik dan psikis. Secara fisik kita dituntut menahan rasa haus dahaga dan lapar, dan secara psikis puasa melatih kita untuk berupaya menahan emosi, selalu berbuat dan berkata jujur, berperilaku sopan dan santun, menjauhi yang dilarang Allah seperti tidak mencuri, berbohong, apalagi berbuat korupsi!
Itu sebabnya, kehadiran bulan Ramadhan hanyalah "menyapa" orang-orang yang salih, beriman dan bertaqwa. Artinya, tidak semua umat mampu menjalankan ritual ini kecuali muslim yang selalu taqarub, mendekatkan diri pada Sang Khaliq. Tentang mengapa tidak semua umat manusia di dunia mampu melaksanakan ibadah ini, oleh karena puasa atau shaum menuntut berbagai hal kepada setiap individu, baik kekuatan fisik dan kesiapan psikis untuk selalu menahan hawa nafsu seharian penuh selama sebulan penuh.

Syarat wajib puasa
Dalam bahasa Arab, puasa disebut saumun atau siyamun, artinya "menahan". Sementara itu menurut ajaran agam Islam, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkannya serta mengendalikan diri dari hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah baligh, berakal sehat, baik laki-laki maupun perempuan.
Ada beberapa syarat wajib puasa antara lain: pertama baligh atau cukup umur, artinya telah dewasa. Maka, anak-anak yang belum baligh boleh mengerjakan puasa sebagai latihan. Kedua, berakal sehat. Bagi orang yang berubah akalnya atau orang gila tidak wajib puasa. Ketiga, bagi kaum wanita tentunya tidak dalam keadaan haid atau nifas.
Dan keempat, orang tersebut mampu atau kuat melaksanakan puasa, artinya orang yang sakit atau sudah tua renta boleh tidak berpuasa. Orang yang sakit bila sudah sembuh, maka harus menggantinya atau meng-qada pada bulan yang lain sebanyak hari yang ditinggalkannya, sedangkan orang sudah tua renta dapat diganti dengan membayar fidyah.
Syarat sahnya puasa antara lain beragama Islam. Orang yang tidak memeluk agama Islam puasanya tidak sah. Juga Mumayyiz, yaitu orang yang dapat membedakan yang benar dan yang salah. Suci dari haid (darah kotor) dan nifas (orang yang keluar darah setelah melahirkan). Kemudian pada waktu yang diperbolehkan berpuasa, misalnya puasa hanya boleh dilaksanakan pada siang hari.
Rukun puasa yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, pertama niat dengan menyengaja mengerjakan puasa Ramadhan. Dan kedua, menahan diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
Untuk niat berpuasa di bulan Ramadhan cukup di dalam hati. Akan tetapi, ada juga yang biasa mengucapkannya. Niat puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena jika di siang hari maka puasanya tidak sah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW: "Dari Hafsah Ummul Mu'minin RA bahwasanya Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang tidak menetapkan puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (HR Lima Perawi Hadist).

Hikmah puasa
Mengapa Allah SWT mewajibkan orang beriman untuk berpuasa? Tujuan utama dari puasa adalah untuk membentuk manusia yang bertaqwa. Selain itu, puasa juga memiliki beberapa hikmah yang sangat mendalam. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT, baik dalam Al-Qur'an maupun Hadist Rasulullah SAW bahwa hikmah-hikmah puasa tersebut adalah:
1. Meningkatkan derajat orang mukmin menjadi orang yang bertaqwa. Sebab orang yang bertaqwa itu adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT, sesuai firman Allah SWT (QS Al-Hujurat: 13): "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah yang paling taqwa di antara kamu."
2. Menyehatkan badan. Sabda Nabi Muhammad SAW: "Berpuasalah agar kamu sehat." Maka, hikmah yang terkandung dalam puasa, bukan hanya berguna untuk menyehatkan jiwa belaka, melainkan juga dapat menyehatkan badan. Ini sebagaimana disabdakan nabi dalam hadist di atas.
3. Mendidik orang untuk memiliki sifat sabar. Jika puasa tersebut dilakukan dengan sebaik-baiknya maka akan timbul dalam diri seseorang sifat sabar, karena dalam berpuasa seseorang akan dilatih untuk bisa menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa, misalnya makan dan minum. Walaupun makanan dan minuman yang dimiliki halal, namun ia tidak mau memakan dan meminumnya karena belum waktunya untuk makan dan minum sampai waktu maghrib.
4. Puasa merupakan pelindung diri dari perbuatan keji dan munkar atau tidak senonoh. Sebagaimana sabda Nabi SAW: "Puasa itu perisai (pelindung diri) yang membentengi dari sentuhan api neraka." (HR Ahmad, Muslim dan Al-Baihaqi).
5. Menanamkan rasa cinta kasih kepada orang fakir dan miskin karena dapat merasakan penderitaan orang-orang yang kekurangan makanan. Setelah kita seharian merasakan menahan rasa lapar tentunya akan menumbuhkan rasa kasih dan sayang kepada orang-orang fakir dan miskin.

Malam Lailatulkadar
Salah satu kemuliaan dan keistimewaan yang terkandung di dalam bulan suci Ramadhan adalah adanya satu malam yang disebut Lailatulkadar. Malam Lailatulkadar selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu, dirindukan dan teramat dinantikan. Pasalnya, malam Lailatulkadar adalah malam yang penuh berkah, dan lebih baik dari seribu bulan.
Mengapa demikian? Karena, pertama, pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi untuk memberi salam - kesejahteraan, kebahagiaan dan keselamatan - kepada umat Nabi Muhammad SAW hingga terbit fajar.
Kedua, Allah SWT mengevaluasi ketetapan-Nya terhadap manusia. Paling tidak, untuk setahun ke depan Allah akan mengoreksi ketetapan-Nya untuk menjadi lebih baik atau buruk, tergantung bagaimana umat Islam yang beriman itu memanfaatkan malam-malam turunnya Lailatulkadar secara optimal dan bermakna.
Ketiga, diturunkannya Al-Quran menjadi pedoman hidup bagi manusia. Dan keempat, sebagai kado istimewa dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada khusus umat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabdanya: "Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada umatku malam Al-Qadr dan itu tidak diberikan kepada umat sebelumnya." (HR Addailamy)
Maka, malam Lailatulkadar selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu, dirindukan dan teramat dinantikan. Sebab, malam Lailatulkadar adalah malam yang penuh berkah, dan lebih baik dari seribu bulan. Meskipun sesungguhnya malam yang istimewa itu dirahasiakan Allah, dan selalu menjadi misteri kapan persisnya ia turun, namun sebagai umat Islam kita patut bersyukur.
Dan untuk meraih malam Lailatulkadar kali ini, mari kita tetap semangat beribadah, bekerja, dan membangun kehidupan rahmatan lil-alamin