Senin, 12 Oktober 2020

5 Tips Aman Menggunakan Pinjaman Online

 




Beberapa cerita buruk kerap mewarnai media sosial tentang pinjaman online. Mulai dari ulah debt collector yang menagih dengan cara kasar hingga penetapan bunga yang tinggi dan mencekik konsumen.

Agar tidak terulang lagi kasus yang sama, kamu perlu berhati-hati jangan asal pilih pinjaman online cepat cair cukup ktp saja. Tetapi, kamu juga harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini supaya bisa memutus mata rantai kejahatan fintech ilegal.

Pilih yang pasti terdaftar di OJK

Jika belum pernah berurusan atau pertama kali mengajukan pinjaman online baiknya pilih perusahaan yang jelas dan pasti terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Hampir setiap bulan OJK selalu merilis mana saja perusahaan yang baru mendapatkan izin, pun sebaliknya mana saja perusahaan yang izinnya dicabut. 

Karena data tersebut dinamis, jadi masyarakat mau tidak mau memang harus secara berkala mengecek daftar fintech yang sudah mendapatkan izin dari OJK, terutama jika ingin mengajukan pinjaman online atau pinjaman tunai. 

Pilih yang bunganya jelas dan rendah

Aturan OJK sudah jelas bahwa semua produk dan informasi harus dipampang di website maupun di aplikasi sehingga konsumen tidak merasa dirugikan dengan biaya-biaya tersembunyi. Untuk mendukung iklim perkreditan yang kondusif justru sebenarnya fintech bisa bersaing secara sehat sehingga akan menambah rasa percaya masyarakat terhadap produk kredit yang ditawarkan.. 

Pilih yang tidak banyak biaya tambahan

Bunga rendah tidak jaminan ketika memilih fintech. Beberapa fintech memang ada yang memberikan bunga rendah tetapi dengan sejumlah syarat dan pengurangan biaya-biaya lainnya. Yang ujung-ujungnya justru membuat jumlah pinjaman yang diajukan menjadi berkurang hingga 40 persen dari jumlah seharusnya. 

Baca-baca review dari konsumen terdahulu

Selain melakukan langkah pemeriksaan dari produknya, perlu juga dibaca feedback dari beberapa pengguna sebelumnya. Perusahaan yang punya komunikasi yang baik dengan media umumnya akan segera merespon surat pembaca. Dari kualitas balasan itulah kita bisa menilai mana saja fintech yang berani menghadapi masalah bukan malah sebaliknya selalu lari dari masalah. 

Komitmen dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan

Poin terakhir juga tidak kalah penting karena bagaimanapun masyarakat sendiri yang paham dengan kondisi keuangan masing-masing. Jadi, jika sudah tahu bunganya sampai dengan 1% per hari, jangan mengambil pinjaman terlalu besar apalagi jika jumlah pinjamannya melebihi pemasukan.

Jika sudah mengetahui bunga, tenor, biaya layanan dan berbagai persyaratannya, usahakan untuk tetap komit dengan kewajiban yang sudah disetujui. Harapannya agar skor kredit juga makin meningkat sehingga akan memudahkan di kemudian hari jika sewaktu-waktu harus mengajukan pinjaman atua kredit untuk kebutuhan lainnya. 

Salah satu fintech yang direkomendasikan adalah Kredivo. Terdaftar di OJK, bunga jelas dan biaya transparan, serta tidak ada banyak biaya tambahan selain bunga flat 2,6% dan bunga admin 6% untuk pinjaman tunai. Tenor juga nya fleksibel 3,6, dan 12 bulan dengan kredit limit sampai dengan Rp30 juta.

Kredivo juga bisa daftar cukup dengan menggunakan ktp saja. Hanya saja untuk syarat tersebut hanya bisa untuk pendaftaran member basic dengan plafon pinjaman maksimal Rp3 juta. Paling tidak tetap bisa mendapatkan suntikan dana baik untuk memenuhi kebutuhan bulanan maupun cadangan untuk dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Apalagi kini Kredivo bisa transaksi secara offline di beberapa merchant seperti Erafone, Best Denki, Electronic City, IKEA, McD dan 350+ merchant lainnya di Indonesia. Tertarik gunakan Kerdivo? Unduh aplikasinya sekarang lewat Google Play Store ataupun App Store secara gratis dan mudah. 

  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar